MEDIA ONLINE IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH BIMA

Sabtu, 18 April 2015

STAIM Bima Membuka Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru

LOGO STAIM BIMA
LOGO IMM
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Bima Membuka Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru

Penerimaan Mahasiswa Baru dilakukan Tiap Tahun:
1. Gelombang Pertama, 1 April s/d 28 Juli Tiap Tahun
2. Gelombang Kedua, 28 Juli s/d 01 September Tiap Tahun

Program STUDY:
1. S1 Pendidikan Agama Islam (PAI)                            **Terakreditasi
2. S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA)                            **Terakreditasi
3. S1 Pendidikan Guru Raudatul Athfal (PGRA)             **Terakreditasi
4. S1 Ekonomi Syari`ah

Persyaratan Pendafataran Mahasiswa Baru:
1. Mengisi Formulir Pendafataran yang disediakan oleh Panitia Penerima Mahasiswa Baru
2. Menyerahkan Fotocopy Ijazah (STTB, SMA, MA, dan SMK) yang telah di lLegalisir sebanayak 3 
    Lembar dan atau surat tanda Kelulusan (STK) dari sekolah Aal.
3. Menyerahkan Pas Photoukuran 2x3 sebanyak 5 Lembar dan Fotocopy KTP sebanyak 2 Lembar
4. Membayar Uang Pendaftaran sebanyak Rp. 200.000,- melalui Bank Syari`ah Mandiri dengan Nomor 
    Rekening: 53756645
    
 

Ada Jaminan Khusus Bagi Teman-Teman yang mendaftar lebih awal; Masing-Masing 25 Orang Untuk setiap Prody. AKAN DI BEBASKAN BIAYA PENDAFTARAN

Dan Tidak ketinggalan juga bagi Teman-teman Mahasiswa Baru yang BERPRESTASI akan di bebaskan Biaya SPP selama 1 Smester, Dalam Bidang: Hafal Al-Qur`an Minimal 3 Juz besertakan surat keteerangan dari Pembina, Juara MQ dan Kaligrafi Peringkat terbaik 1 s/d 3 di tingkat Kabuapten, Provinsi, dan Nasional yang dibuktikan dengan Piagam Penghargaan 


ALAMAT PENDAFTARAN: JLN. ANGGREK NO.16 RANGGO-NA`E KOTA BIMA

Jumat, 17 April 2015

Inspirasi Kisah Hidup

Perjalanan Kisah Hidup Seorang Pemenang

Jika Anda sering mendengarkan filosofi “Success is My Right”, yakni sukses adalah hak milik siapa saja, barangkali kisah yang dialami presiden terpilih Korea Selatan ini mampu menjadi contoh nyata. Lee Myung-bak yang baru saja memenangkan pemilu di Korea ternyata punya masa lalu yang sangat penuh derita. Namun, dengan keyakinan dan perjuangannya, ia membuktikan, bahwa siapa pun memang berhak untuk sukses. Dan bahkan, menjadi orang nomor satu di sebuah negara maju layaknya Korea Selatan.

Coba bayangkan fakta yang dialami oleh Lee pada masa kecilnya ini. Jika sarapan, ia hanya makan ampas gandum. Makan siangnya, karena tak punya uang, ia mengganjal perutnya dengan minum air. Saat makan malam, ia kembali harus memakan ampas gandum. Dan, untuk ampas itu pun, ia tak membelinya. Keluarganya mendapatkan ampas itu dari hasil penyulingan minuman keras. Ibaratnya, masa kecil Lee ia harus memakan sampah.

Terlahir di Osaka, Jepang, pada 1941, saat orangtuanya menjadi buruh tani di Jepang , ia kemudian besar di sebuah kota kecil, Pohang , Korea . Kemudian, saat remaja, Lee menjadi pengasong makanan murahan dan es krim untuk membantu keluarga. “Tak terpikir bisa bawa makan siang untuk di sekolah,”sebut Lee dalam otobiografinya yang berjudul “There is No Myth,” yang diterbitkan kali pertama pada 1995.

SEJARAH FILSAFAT ISLAM

LATAR BELAKANG DAN PETA KRONOLOGIS SEJARAH FILSAFAT ISLAM

Muhammad Alifuddin
 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) MUHAMMADIYAH BIMA
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
A.    Pendahuluan
Proses sejarah masa lalu, tidak dapat di lupakan begitu saja bahwa pemikiran filsafat Islam terpengaruh oleh filsafat yunani.para filosof Islam banyak mengambil pemikiran Aristoteles dan mereka banyak tertarik pada pemikiran-pemikiran Platinus, sehingga banyak teori-teori filosof Yunani di ambil filosof islam.[1]
Kita yang hidup di abad sekarang ini banyak berhutang budi pada orang-orang Yunani dan Romawi, karena merekalahguru kita pada zaman dahulu. Akan tetapi berguru tidak berarti mengekor dan mengutip sehingga dapat dikatakan bahwa filsafat Islam itu hanya kutipan semata-mata dari Aristoteles, sebagaimana yang di katakana Renan,karena filsafat Islam telah mampu menampung dan mempertemukan berbagai aliran pikiran.[2]
Para filosof Islam pada umumnya hidup dalam lingkungan dan suasana yang berbeda dari apa yang di alami oleh filosof-filosof lain. Sehingga pengaruh lingkungan terhadap jalan pikiran mereka  tidak bisa dilupakan. Pada akhirnyatidaklah dapat di pungkiri bahwa dunia Islam berhasil membentuk filsafat yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaan masyarakat Islam itu sendiri.

L-GHAZALI DENGAN IBNU RUSYD dalam filsafat Islam

PERDEBATAN ANTARA AL-GHAZALI DENGAN IBNU RUSYD METODE, ARGUMENTASI DAN IMPLIKASI PERDEBATAN TERSEBUT TERHADAP PEMIKIRAN DUNIA ISLAM, FILSAFAT ISLAM PASCA IBNU RUSYD.


A.    RIWAYAT HIDUP AL-GHAZALI (1058-1111 M).
Nama lengkapnya Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ghazali Ath-Thusi, biasa dipanggil Abu Hamid. Gelarnya Hujjatul Islam   dan  Zaenuddin.
Dilahirkan di Thabrani, sebuah desa di Thusi Khurasan pada tahun 450 H.
Dia seorang yang cerdas, teliti, sempurna jasadnya, istimewa pendapatnya, kuat hafalannya dan mengasai makna-makana yang mendalam. 
 
Pergi ke Naisabur untuk belajar kepada Imam Haramain Juaeni, lalu berpindah ke Baghdad mengajar di Madrasah Nidzamiyah,  kemudian pergi ke Hijaz, Syam, Mesir dan akhirnya kembali ke tempat asalnya.
Dia seorang yang ahli dalam bidang fikih Syafi’I, teologi, tafsir, tasauf, filsafat dan sya’ir-sya’ir Arab. Disamping itu juga mendalami berbagai ilmu pengetahuan sampai mengauasai dengan sempurna.
 

Idealisme Mahasiswa Jaman Sekarang


Ilustrasi By : backpackernewbie.blogspot.com
Menjadi mahasiswa tak lengkap rasanya kalau tidak mempunyai satu sifat naluri idealisme, idealisme muncul seiring dengan kedewasaan mahasiswa itu sendiri ditunjang dengan lingkungan kampus yang menjadikan mahasiswa mempunyai pendirian teguh di kala benar dan salah. Pendirian yang tidak tergoyahkan dan tidak mau mengalah satu sama lainnya itulah ciri idealisme  mahasiswa jaman sekarang. Tidak pernah menilik letak kesalahan dan kebenaran yang ada, tetapi hanya melihat satu sisi pandangan yang menurut mereka benar dan cocok untuk dirinya dan komunitasnya saja.


Hanya bermain dan berpikir untuk menang saja untuk kalangan/ kelompok nya sendiri dan jarang sekali ditemui orang-orang idealis akan mau bertukar pikiran satu sama lainnya. Yang mereka pegang hanya pedoman dari pendirian diri sendirnya saja, tanpa mereka mau menerima masukan dari orang lain bahkan sahabat dan teman karibnya sendiri. Keteguhan dan kepercayaan diri sendiri seolah mengalahkan kebenaran yang ada dan mulai menindas hal-hal yang berbau benar, sebaliknya kesalahan yang ada malah di per benarkan sebagai jalan keluar. Potret idealisme mahasiswa jaman sekarang bisa kita jumpai di semua kampus manapun karena memang naluri mahasiswa adalah mempunyai sifat idealisme seperti ini. Dengan background jurusan apapun penulis yakin mereka mempunyai idealisme dan karakter masing-masing. Malah aneh saja kalau ada mahasiswa yang tidak mempunyai sifat alamiah ini, status mahasiswanya akan dipertanyakan apakah masih berpikiran seperti anak sekolahan lagi atau sudah bisa berpikiran dewasa dan bisa mengambil suatu keputusan sendiri sepeerti mahasiswa.

Idealisme Terpasung Pragmatisme


Mahasiswa Jaman Sekarang : Idealisme Terpasung Pragmatisme

“Buat apa demo di jalanan siang terik hingga kulit terbakar, buat apa koar-koar memakai pengeras suara sampai suara serak. Buat apa sih kalian masih setia memikirkan perut rakyat, kalian dapat apa sih? Buat apa mengurusi permasalahan bangsa, semua kan sudah diurus oleh Negara. Sebagai mahasiswa, kuliah saja yang bener biar cepat lulus lalu bekerja di perusahaan dengan gaji yang tinggi”.

Mungkin tidak berlebihan apabila ilustrasi diatas menggambarkan kalimat yang sering terlontar dari mulut sebagian mahasiswa jaman sekarang. Sebuah jaman serba canggih, praktis dan instan. Sebuah jaman dimana karakter mahasiswa menjadi pragmatis. Sebuah jaman dimana mahasiswa yang masih menjunjung tinggi idealis bahkan disebut kuno. Kalau sudah seperti ini, masihkah cocok mahasiswa berpredikat sebagai agent of change? 

Mahasiswa seakan kehilangan jati dirinya. Semakin hari, semakin jauh dari benang merah perjuangan kewajiban seluruh mahasiswa Indonesia yang terdapat pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tentu idealnya, mahasiswa tidak melulu sibuk dengan dunia perkuliahan saja, namun bisa turun ke masyarakat melihat permasalahan dan kemudian mencari solusinya. Namun nyatanya, mahasiswa jaman sekarang tidak mengindahkan itu semua. Mahasiswa lebih nyaman memikirkan diri sendiri dan sibuk dalam dunia hura-hura bersifat hedonisme saja.

Mahasiswa di abad Ke 21

Gaya Hidup Mahasiswa Zaman Sekarang

 
Pergerakan kaum intelektual dalam hal ini pelajar dan mahasiswa tidak bisa lepas dari sejarah bangsa Indonesia. Sejarah mencatat pergerakan kaum intelektual telah mengubah nasib bangsa ini. Tahun 1908 sekelompok pelajar STOVIA mendirikan Boedi Oetomo karena peduli dengan nasib bangsa Indonesia dan melahirkan pergerakan baru dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
 
          Pergerakan kaum intelektual yang sangat fenomenal dalam sejarah Indonesia adalah saat menumbangkan rezim orde baru pada tahun 1998. Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia bersatu menuntut adanya reformasi. Mereka menilai pemerintahan orde baru  telah gagal akibat penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan Soeharto dan kroni-kroninya.
 
Di tahun 1998 gerakan mahasiswa sangatlah berpengaruh. Masyarakat sangat mendukung berbagai gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa. Pandangan masyarakat terhadap mahasiswa adalah sebagai agen perubahan masyarakat. Mahasiswa berhasil memenuhi tuntutan masyarakat untuk berperan sebagai agen perubahan.